A. Latar
Belakang
Sepanjang jaman diakui, faktor yang
paling dominan dalam dunia pendidikan adalah guru. Karena itu membahas tentang
pendidikan dengan segala aspek dan efeknya, tidak dapat dilepaskan dengan persoalan guru. Karena itu pula dengan adanya
reformasi bidang pendidikan harus dikaitkan dengan reformasi guru.
Sejalan dengan itu diakui dalam
Undang-undang No. 14/2995 tentang Guru dan Dosen bahwa : “Kedudukan guru
sebagai tenaga profesional sebagaimana
dimaksud pada Pasal 3 ayat ( 2 ) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan
nasional”[1]
Dalam Kode Etik guru poin 6 ditegaskan “Guru secara pribadi atau bersama-sama
,engembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya”[2]
Ada sejumlah langkah strategis untuk
peningkatan kualitas profesi guru, di antaranya : tugas belajar, pendidikan dan
latihan, studi banding dalam/luar negeri, pertukaran guru antar daerah/negara,
simposium, lokakarya, seminar, diskusi, sertifikasi jabatan guru, kegiatan gugus
sekolah, khususnya Kelompok Kerja Guru (KKG), dan sebagainya. Khusus kegiatan gugus
sekolah “Pembentukannya dimaksudkan
untuk memperlancatr dan memperlancar upaya peningkatan pengetahuan,
wawasan, kemampuan, dan keterampilan profesional para tenaga kependidikan, dalam hal ini lebih
dikhususkan bagi guru SD dalam
meningkatkan mutu kegiatan/proses
belajar mengajar dengan mendayagunakan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki sekolah, yang
pada akhirnya dapat meningktkan mutu
hasil belajar (murid).[3]
Di sisi lain peranan gugus sekolah,
khususnya KKG sebagai wahana dan wadah
pembinaan profesional guru sangat
strategis, sebab pembinaan melalui gugus sekolah dapat dilakukan secara rutin,
berkesinambungan, wadah pembinaan secara vertikal (dari atasan) dan wahana kerjasama
secara horizontal (sesama guru) dengan murah meriah..
Akan tetapi dalam pelaksanaan di
lapangan, kegiatan gugus sekolah tidak sedikit dihadapkan berbagai problem,
Problem-problem itu di antaranya adalah : manajemen dan administrasi gugus yang
kurang baik; jarak antar sekolah anggota gugus yang jauh; kesibukan guru yang
kian padat di sekolah; dana kegiatan yang kurang, bahkan tidak ada; sebagian
guru yang tidak aktif; pemberian motivasi yang kurang dari kepala sekolah dan
pengawas; materi pembahasan yang tidak menarik, dan sebagainya.
Karena itu perlu dilakukan
penelitian, dalam hal ini mengenai peranan, probelm dan solusi pelaksanaan
kegiatan gugus sekolah dalam
meningkatkan kualitas profesi guru SD di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten
Banjar.
B. Rumusan
Masalah dan Tujuan Penelitian
1. Rumusan masalah penelitian ini
ialah “Bagaimana gambaran peranan, problem dan solusi pelaksanaan kegiatan gugus sekolah dalam meningkatkan kualitas profesi guru sekolah dasar di Kecamatan
Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ?”
2. Tujuan penelitian ini ialah
“Untuk mengethaui gambaran peranan, problem dan solusi pelaksanaan kegiatan gugus
sekolah dalam meningkatkan kualitas profesi guru sekolah dasar di Kecamatan
Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan”.
C. Signifikansi
- Dari hasil penelitian ini diharapkan para guru dan kepala sekolah dapat memperbaiki dan kinerja gugus sekolah dan memanfaatkan kegiatan gugus sekolah untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kualitas profesi guru sesuai tujuan diadakannya gugus sekolah dengan segala kegiatannya yang positif dan bermanfaat bagi guru..
- Dari hasil penelitian ini diharapkan para pembina, yakni kepala sekolah, pengawas sekolah, kepala UPT Pendidikan dapat dijadikan salah satu masukan untuk membangun manajemen dan administasi gugus sekolah yang lebih baik, dan gugus sekolah dapat dijadikan wadah pembinaan, pengetahuan, pendidikan dan latihan, informasi, dan musyawarah bagi guru dan/atau sebaliknya sebagai sarana multi guna.
- Dari hasil penelitian ini diharapkan pemerintah daerah dan pusat dapat menyediakan tenaga profesional, anggaran yang cukup dan fasilitas yang lengkap untuk wadah gugus sekolah agar wadah ini dapat berperan lebih besar lagi dalam peningkatan kualitas profesi guru.
D. Metode Penelitian
1. Populasi dan Sampel
a. Populasi. Populasi penelitian ini
adalah semua guru SD, yakni sebanyak 325 guru SD, baik PNS maupun honor di
wilayah kerja Unit {e;alsamama Teknis Pendidikan Kecamatan Simpang Empat.
b. Simpel. Yang dijadikan sampel
dalam penelitian ini sebanyak 60 guru
SD, yang dipilih secara non-random sampling(acak). Seluruh anggota sampel
dijadikan responden yang menjawab/mengisi angket.
2. Teknik/alat pengumpulan dan Pengolahan data.
a. Teknik Pengumpulan Data.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dalam bentuk jawaban
tertutup (closed). Setiap item soal disediakan
5 (lima )
alternatif pilihan/jawaban.
b. Pengolahan data. Data yang
dikumpulkan ditabulasikan, kamudian diolah dengan menggunakan rumus prosentase
( % ), yakni jumlah frekuensi dibagi jumlah responden. Rumus penghitungan
prosentase adalah sebagai berikut :
P ( % ) = __ __ f _______ = X
100
N
3, Interpretasi dan Analisis.
a. Interpretasi Data. Hasil
penghitungan prosentase dikonsultasikan dengan kriteria interpretasi sebagai
berikut
0 % = Tidak ada
1 % - 20 % = Sedikit sekali
21 %
- 40 % = Sedikit
41 %
- 60 % = hampir berimbang
61 %
- 80 % = Cukup banyak
81 %
- 99 % = Bamyak sekali
100 % =
Seluruhnya
:b. Analisis Data. Hasil
interpretasi itu dianalisis untuk
mengetahui gambaran peranan Gugus
sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Profesi Guru SD, khususnya di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar.
4. Outline Penelitian
1. Bab I. Pendahuluan : Latar belakang, rumusan
masalah, tujuan penelitian, signifikansi, dan metodologi penelitian.
2. Bab II. Tinjauan Pustaka: Dasar pembentukan, tujuan,
ruang lingkup, organisasi, kegiatan; peranan;
3. Bab III. Laporan
hasil penelitian, gambaran singkat SD, interpretasi dan analisis
4. Bab IV. Penutup : Simpulan dan saran-saran
5. Lampiran
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar
pembentukan Gugus sekolah
Dasar hukum pembentukan gugus sekolah, termasuk di
dalamnya Gugus sekolah adalah :
- Undang- Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 40, ayat ( 2 ) poin a. menciptkan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis; dan poin b mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan.1
- Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 14, ayat ( 1 ) poin h – k bahwa Guru berhak memiliki kebebasan berserikat dalam organisasi profesi; memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan; memiliki kesempatan untuk mengembanmgkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalan bidangnya.2
- Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar, Pasal 13, Kepala SD dari satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan guru, dan tenaga kependidikan lainnya dan pendayagunaan prasarana pendidikan.3
- Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0487/U/1882, Pasal 28 Kepala sekolah bertanggung jawab atas : Pembinaan siswa; Pe;laksanaan bimbingan dan penyuluhan bagi guru; Pembinaan tenaga kependidikan lainnya.
B. Tujuan dan
Ruang Lingkup Gugus sekolah.
1. Tujuan pembentukan gugu sekolah
adalah “untuk dapat memperlancar upaya peningkatan pengetahuan, wawasan,
kemampuan dan keterampilan profesional
para tenaga kependidikan, dalam hal ini lebih dikhususkan bagi guru SD”[4]
2. Ruang Lingkup Tugas Gugus sekolah
adalah menumbuhkembangkan kebersamaan
dan kekeluargaan di antara SD
sesama anggota gugus dalam mencapai tujuan dan mengusahakan berbagai upaya meningkatkan mutu pendidikian di SD yang
menjadi tanggung jawabnya.[5]
C. Organisasi Gugus sekolah
Agar pembinaan berjalan lebih efisen
dan lebih efektif perlu dibentuk gugus sekolah dasar. Untuk memudahkan pembinaan dan komunikasi
terhadap gugus sekolah, seyogianya
dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1.
SD yang dikelompokkan dalam satu gugus sekolah letaknya berdekatan;
2.
Jumlah anggota gugus sekolah terdiri atas 3 – 8 buah SD dan dimungkinkan kurang dari jumlah
itu apabila antar satu SD dengan SD lainnya sangat berjauhan;
3.
Antar satu SD dengan SD
lainnya dalam gugus sekolah mudah
berkomunikasi;
4.
SD inti terletak di antara SD-SD
(anggota gugus) sehingga para guru anggota gugus mudah berkeunjung ke
sekolah inti;
5.
SD inti dipilih dari SD Negeri
yang memiliki kelebihan di antara SD
anggota gugus sekolah;
6.
Pada setiap gugus sekolah dibentuk pusat kegiatan guru (PKG) di SD Inti sebagai wadah untuk tempat para guru (KKG) dan kepala SD (KK-KS)
melaksanakan kegiatannya.[6]
Namun hal yang tidak kalah pentingnya
pertimbangan untuk pembentukan organisasi gugus sekolah ialah adanya motivasi
kebersamaan dan kekeluargaan, persamaan visi, misi dan tujuan sekolah untuk
lebih berkembang, lebih maju dan lebih berprestasi lagi dalam meningkatkan
kualitas pendidikan, terutama kualitas sekolah.
D. Peranan Gugus sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Profesi Guru SD
Sesuai dasar hukum ( UU, PP, Kepmen
dst.) dan dasar pemikiran (kosep, teori, pendapat ahli, hasil penelitian, dst.)
dalam pembentukan gugus sekolah, maka peranannya yang paling pokok dan penting
ialah untuk meniningkatkan kualitas sekolah, kualitas pembelajaran, kualitas
guru dan kepala sekolah, dan puncaknya ialah peningkatan kualitas siswa sebagai
peserta didik.
Adalah 0 (nol) besar apabila kualitas
siswa buruk dan tetap buruk kendatipun kegiatan gugus sekolah mantap, semua guru S-1 dan bersertifikasi,
semua kepala sekolah S-2 dan S-3, adanya dana ratusan juta rupiah, gedung dan
fasilitas megah, lengkap dan hebat. Karena kata akhir dan/atau kata kunci peningkatan kualitas pendidikan
ialah kualitas siswa. Bagaimana
kriteria siswa berkualitas ? Kriteria
siswa berkualitas yang menggambarkan sekolah berkualitas antara lain ialah : :
1.
Sekolah yang berprestasi pada
setiap kompetisi / seleksi, seperti lomba mata pelajaran, olimpiade, cerdas
cermat/cepat tepat, lomba UKS; seleksi siswa berprestasi dsb, guru berpestasi
dan kepala sekolah berprestasi, dst.
2.
jumlah atau prosentase
kelulusan siswa (outcome) yang mencapai maksimal yaitu 100 % atau mendekati 100
%;;
3.
100 % atau mendekati 100 %
siswa yang lulus itu mampu memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi di lembaga
pendidikan favorit;
4.
100 % atau mendekati 100 % siswa lulusan mampu
memasuki dunia usaha/kerja/industri yang strategis atau kemasyarakatan yang
aktif dan produktif.
Depdiknas (1996) mengemukakan sekolah berkualitas
“secara sederhana pengelolaan terhadap
komponen pendidikan dapat memberlihatkan gamdaran mutu pendidikan yang dapat
dikenali melalui tanda-tanda operasional
berupa :
1.
Keluaran/lulusan sekolah (siswa) yang relevan dengan kebutugan
masyarakat;
2.
Nilai akhir sebagai salah satu
alat ukur terhadap prestasi belajar siswa (yang tinggi/maksimal);
3.
Prosentase lulusan yang dicapai
semaksimal mungkin oleh sekolah;
4.
Penampilan kemapuan dalam semua
komponen pendidikan (yang ada di sekolah)[7]
Komponen-Komponen dengan segala
aspeknya yang harus ditingkatkan kualitasnya dan dikembangkan di sekolah
melalui gugus sekolah ialah : kegiatan pembelajaran; manajemen; buku/sarana
belajar; fisik dan penampilan; partisipasi masyarakat.[8]
Untuk mengembangkan kualitas sekolah
yang ada dalam suatu gugus sekolah terdapat SD inti dan SD imbas. Kriteria SD
Inti antara lain :
1.
Guru dan kepala sekolah mempunyai keinginan (komitmen) dan semangat yang tinggi untuk meningkatkan profesionalnya;
2.
SD inti harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai yang memungkinkan untuk
mengembangkan pendidikan lebih lanjut,
misalnya halaman atau tanah yang luas,
dan perabot sekolah yang layak;
3.
Letaknya strategis dan mudah terjangkau oleh SD imbas;
4.
Jenjang kelas dan gurunya
lengkap;
Dengan kriteria seperti di atas SD inti di antaranya berfungsi sebagai : pusat informasi dan kegiatan bagi SD imbas sebagai anggota gugus;
merupakan SD percontohan bagi SD imbas;
mengelola sarana dan fasilitas
pendidikan gugus sekolah.
Jadi keberadaan gugus sekolah dengan
segala aktivitasnya dalam meningkatkan kualitas profesi guru memiliki peranan penting sekali. Peranan itu
antara lain : wadah kebersamaan dan
persaudaraan untuk mengembangkan motivasi, semangat dan wawasan guru dan kepala sekolah untuk maju dan meningkat menjadi lebih
baik. Penyebaran informasi dan kebijakan pendidikan yang cepat dan merata bagi
seluruh sekolah yang dalam gugus.
Melalui gugus sekolah, khususnya
dengan kegiatan gugus sekolah secara aktif, produktif dan inovatif dalam
penangnanan manajemen dan administtasi sekolah. Manajemen sekolah yang meliputi
: bidang kesiswaan, ketenagaan, kurukulum, keuangan, orhanisasi, proses
pembelajaran, kerjasama sekolah dengan masyarakat, kerjasama sesama guru dst.
Bagi guru, dengan kegiatan gugus sekolah yang kreatif, produktif dan inovatif, para
guru dapat membuka wawasan, pemahaman dan apresiasi yang baik
tentang cara guru yang simpatik dan
karismatik : berpakaian/berpenampilan yang sopan dan berwibawa, budi bahasa
yang baik, cara berdiri, berbicara/menjelaskan pelajaran yang
menggambarkan akhlak mulia.
Kegiatan gugus sekolah yang relevan
dengan tugas dan tanggung jawabguru dan kepala sekolah terhadap pendidikan
berkualitas di sekolah , yaitu :
1. Bidang pembelajaran
(instruksional) yang meliputi persiapan, pelaksanaan dan penilaian;
2. Bidang pendidikan (edicational)
yang berarti tidak hanya mengajar, tetapi lebih jauh membentuk sikap, mental,
watak, dan akhlak siswa;
3. Bidang kepemimpinan (manjerial),
yaitu penataan dan pendayagunaan semua sumber daya yang ada di sekolah untuk
kemajuan dan tujuan pendidikan;
Berhubungan dengan bidang-bidang di
atas, khususnya guru harus menguasai : kurikulum, materi pelajaran, metode dan madia pembelajaran, setia terhadap
tugas dan bertanggung jawab dan disiplin dalam arti luas.
E. Strategi dan
Pola Pembinaan Gugus Sekolah
Secara umum tugas dan tanggung jawab
kepala sekolah yang harus mendapat pembinaan dan bantuan dari pengawas sekolah
melalui kegiatan gugus sekolah, yaitu di bidang penyelanggaraan administrasi
pendidikan pada umumnya dan administrasi sekolah pada khususnya agar tercapai
tujuan yang ditetapkan.. Sesuai dengan tujuannya. “administrasi sekolah
diselenggarakan untuk :
1. tersedianya
program kerja yang dapat dijadikan pedoman;
2. terwujudnya konsistensi pelaksanaan pendidikan sesuai
yang ditetapkan;
3 tersedianya
alat kontrol untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan sekolah;
4 tersedianya umpan balik perbaikan proses dan hasil
pendidikan;
5 terwujudnya administrasi sekolah yang tertib dan rapi”[9]
Untuk itu strategi pembinaan yang dapat dilakukan oleh lembaga terkait,
yakni Unit Pelayanan Teknis Pendidikan tingkat kecamatan bersama dengan
Pengawas Sekolah ialah dengan penerapan prinsip dan pola pendekatan supervisi
pendidikan.
Prinsip pelaksanaan supervisi pendidikan yang harus dipegang oleh
setiap supervisor pendidikan, terutama oleh pengawas dan kepala sekolah.
Prinsip-prinasip itu adalah :
1) Prinsip ilmiah, kegiatan supervisi
dilaksanakan berdasarkan data obyektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan
proses belajar mengajar, 2) Prinsip
demokratis, servis dan pelayanan berdasarkan hubungan kamnusiaan yang akrab dan
hangat; 3) Prnisip kerjasama, pengembangan usaha bersama, istilah supervisi ‘sharingof idea, sharing of experience’ ; 4)
Prinsip konstruktif dan kreatif, setiap guru (personel sekolah) akan merasa
termotivasi dalam mengem-bangkan kreativi-tasnya dan mampu menciptakan suasana
kerja yang me-nyenangkan, bukan melalui cara mena-kutkan”[10]
Dengan demikian perjalanan gugus sekolah
mempunyai tujuan, visi, dan misi yang jelas yang terukur, karena didukung
dengan administrasi yang tertib dan rapi. Sebagaimana diketahui bersama bahwa
Visi dan misi institusi pendidikan diperlukan untuk:
1.
Menetapkan serta mempertahankan
konsistensi dan kejelasan tujuan;
2.
Memberikan kerangka acuan untuk
seluruh keputusan perencanaan besar yang harus dibuat oleh tim manajemen,
selain oleh unit-unit lain di dalam organisasi;
3.
Mendapatkan komitmen dari semua orang di dalam organisasi melalui
komunikasi yang jelas mengenai sifat dan konsep dan kebijakan organisasi;
Memperoleh pengertian dan dukungan
dari orang-orang dari dalam dan luar organisasi yang penting bagi keberhasilan.
Dalam pelaksanaan pembinaan
gugus sekolah oleh Pengawas sekolah bertujuan untuk membantu kepala sekolah
dalam meningkatkan mutu sekolah pada umumnya dan mutu pembelajaran pada
khususnya yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Sebelum mencapai tujuan tersebut Pengawas
sekolah/madrasah melakukan pembinaan terhadap tugas dan tanggung jawab kepala
sekolah. Yang menjadi sasaran tersebut adalah bidang adminsitrasi dan manajemen
pendidikan.
Bidang administrasi
pendidikan, Pengawas sekolah/madrasah membina dalam pelaksanaan administrasi
sekolah. Bidang atau ruang lingkup meliputi : a. administrasi program pengajaran;
b. administrasi kesiswaan; c. administrasi kepegawaian; d. administrasi
perleng-kapan/barang; e. administrasi keuangan; f. administrasi peran serta
masyarakat /komite sekolah.[11]
Setiap bidang pembinaan
tersebut yang merupakan tugas kepala sekolah mempunyai pengertian dan tujuan
masing-masing. Namun tiap-tiap bidang itu tetap mempunyai kaitannya satu sama
lain. “Tujuan adminsitrasi program pengajaran misalnya adalah sebagai pedoman :
a) persencanaan aktivitas pembelajaran di sekolah; b) pelaksanaan pembelajaran
di sekolah; c) pengendalian pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan prencanaan;
d) pengukuran tingkat keberhasilan aktivitas pembelajaran di sekolah.[12]
Komponen-komponen administrasi
program pengajaran di antaranya : penelaahan program pengajaran, rencana
program pengajaran, pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan program
pengajaran. Administrasi bidang
pengajaran meliputi : program pengajaran, jadual pelajaran, satuan pelajaran,
program evaluasi, data hasil evauasi, daftar penyerahan ijazah/buku rapot,
rekapitulasi kenaikan kelas, program supetrvisi, hubungan kemasyarakatan.
Dengan demikian setiap sekolah
anggota gugus sekolah dapat mengembangkan diri
berdasarkan kesetaraan dan kebersamaan
untuk mewujudkan dan melaksanakan visi dan misi sesuai dengan kemampuan
dan kebutuhannya masing-masing.
BAB IV.
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran
Singkat Penyebaran SD
Gambaran singkat keadaan pendidikan dasar di Kecamatan
Simpang Empat, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Di kecamatan ini ada 41 buah Sekolah Dasar Negeri. Pembagian
kelompok SD berdasarkan rayon kepengawasan dapat dilihat pada tabel di bawah
ini.
TABEL I
DISTRIBUSI SD BERDASARKAN RAYONISASI
DI KECAMATAN SIMPANG EMPAT
Pengawas
Rayon I
Drs.H.Hamdaini,
BA, M.Pd
|
Pengawas
Rayon II
Sarjono, A. Ma. Pd
|
Pengawas
Rayon III
Abdul
Kadir M. A.Ma Pd
|
|||
NO.
|
NAMA SDN
|
NO.
|
NAMA SDN
|
NO.
|
NAMA SDN
|
1
|
Galam Rabah 1
|
1
|
Simpang Empat 3
|
1
|
Batu Balian 1
|
2
|
Galam Rabah 2
|
2
|
Simpang Empat 4
|
2
|
Batu Balian 2
|
3
|
Galam Rabah 3
|
3
|
Cintapuri 1
|
3
|
Batu Balian 3
|
4
|
Galam Rabah 4
|
4
|
Cintapuri 2
|
4
|
Alalak Padang
|
5
|
Simpang Lima
|
5
|
Rantau Bujur
|
5
|
Garis
|
6
|
Belanti
|
6
|
Telaga Baru
|
6
|
Garis Hanyar
|
7
|
Paku
|
7
|
Sungkai Baru
|
7
|
Lok Tanah
|
8
|
Simpang Empat 1
|
8
|
Surian
|
8
|
style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 111.9pt;" valign="top" width="149">
Para guru termotivasi dalam mening-katkan kualitas kinerja dan profesinya.
Rampah
9
Simpang Empat 2
9
Keramat Mina
9
Banua Anyar
10
Sungai Raya 1
10
Sungkai 2
10
Cabi
11
Kupang
11
Tanah Intan
11
Sungai Langsat
12
:awiran
12
Bumi Rata
12
Sungai Raya 2
13
Sungkai 1
13
Lok Cantung
13
Paring Tali
14
TK Tunas Pertiwi
14
UPT Cintapri
14
SD Kecil Mahiut
15
TK Assalam
15
TK Tunas MUda
15
TK BUdi Sungkai
16
TK Pertiwi
16
TK Rantau Bujur
17
TK Harapan Bunda
17
TK Putra Buana
Sumber data : SK Kepala
UPT Pendidikan Simpang Empat
Di wilayah tanggung jawab UPT Pendidikan
Kecamatan Simpang Empat ada 8 TK dan 41
SD dengan 3 orang pengawas TK ,
SD , SDLB. Pembagian kelompok SD
sesuai rayon kepengawasan dimaksudkan untuk pemerataan rasio jumlah SD dengan
jumlah pengawas, dan untuk pemerataan dalam tugas pembinaan oleh pengawas terhadap
SD yang jauh dan dekat.
Rayon I terdiri dari 2 TK dan 13 SD
dalam tugas kepengawasan oleh Drs. H. Hamdaini, BA, M.Pd, Rayon II terdiri dari
3 TK dan 14 SD dalam tugas kepengawasan oleh Sarjono, AM.A.Pd, dan Rayon III
terdiri dari 3 TK dan 14 SD dalam tugas kepengawasan oleh A.K. Munsyi, AM.A.Pd
Pembagian kelompok SD berdasarkan Gugus sekolah dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
TABEL I
DISTRIBUSI SD BERDASARKAN GUGUS SEKOLAHI
DI KECAMATAN SIMPANG EMPAT
GUGUS 1
|
GUGUS 2
|
GUGUS 3
|
1. Sungkai 1 (Inti)
|
1. Sungai Raya 1 ( Inti )
|
1. Simpang Empat 2 (Inti )
|
2. Sungkai 2
|
2. Sungai Raya 2
|
2. Simpang Empat 3
|
3. Sungkai Baru
|
3. Kupang
|
3. Lok Cantung
|
4. Batu Balian 1
|
4. Simpang Empat 1
|
4. Tanah Intan
|
5. Batu Balian 2
|
5. Simpang Empat 3
|
5. Surian
|
6. Batu Balian 3
|
6. Simpang Empat 4
|
6. Bumi Rata
|
7. Paku
|
7. Sungai Langsat
|
7.
Cabi
|
8. Garis Hanyar
|
8. Lawiran
|
|
GUGUS 4
|
GUGUS 5
|
GUGUS 6
|
1. Cintapuri 1
|
1. Rantau Bujur (Inti)
|
1. Galam Rabah 1
|
2. Cintapuri 2 (Inti)
|
2. Rampah
|
2. Galam Rabah 2
|
3. Keramat Mina
|
3. Telaga Baru
|
3. Galam Rabah 3
|
4 UPT4 Cintapuri
|
4. SD Kecil Mahiut
|
4. Galam Rabah 4 (Inti)
|
5 Garis
|
5. Lok Tanah
|
5. Simpang Lima
|
6. Banua Anyar
|
6. Belanti
|
|
7. Alalak Padang
|
Sumber :
Kantor UPT Pendidikan Kecamatan Simpang Empat
Pembagian kelompok SD gugus sekolah
didasarkan pertimbangan anggota suatu gugus sekolah berada paling dekat satu
sama lainnya dengan sarna transportasi dan komunikasi lebih mudah dijangkau.
Pada tahun pelajaran 2008/2009 di
lingkungan UPT Pendidikan Kecamatan Simpang Empat yang dipimpin Ibu Sri Rahayu,
S.Sos ada 41 SDN, termasuk SDN Kecil
Mahiut dan SDN UPT Cintapuri yang baru dibuka. Jumlah kelas (kelompok
belajar) sebanyak 255 kelas, sedangkan
ruang belajar (ruang kelas) hanya sebanyak 215 ruangan, jadi masih kekurangan
sebanyak 38 ruang kelas. Sedangkan jumlah murid sebanyak 4.843 orang, dan jumlah
guru sebanyak 325 orang.
B. Interpretasi
Data Hasil Angket
Distribusi data frekuensi ( f ) dan
prosentase ( % ) jawaban guru atas
angket tentang pernan GUGUS SEKOLAH
dalam peningkatan kualitas profesi guru dapat dilihat pada Tabel terlampir.
Berdasarkan hasil operasi hitung prosentase dapat dinterpretasikan sesuai nomor item
angket sebagai berikut :
No. item 1. Pengertian dan fungsi gugus sekolah untuk meningktkan mutu guru,
dengan kegiatan gugus sekolah bagi saya ....
banyak sekali jumlah guru (90 %)
yang menyatakan selalu saya rasakan; sedikit sekali (10%) jumlahnya yang
menyatakan sering saya rasakan; sedangkan
guru yang menyatakan kadang-kadang, jarang dan tidak pernah saya rasakan
tidak ada (0).
No. Item 2. Tentang maksud dan
tujuan kegiatan gugus sekolah untuk meningkatkan mutu guru, bagi saya ....
Banyak sekali (93%) jumlah guru yang menyatakan selalu saya rasakan;
sedikit sekali ( 7% dan 5%) yang menyatakan sering atau kadang-kadang saya
rasakan. Sedangkah guru yang menyatakan jarang dan tidak pernah saya
rasakan tidak ada (0%).
No. item 3. Tentang hasil
kegiatan gugus sekolah yang positif, bagi saya .... Seimbang jumlah guru
(50%) menyatakan selalu saya rasakan;
sedikit jumlah guru (30%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit
sekali yang menyatakan kadang-kadang
saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakan.nya.
No. item 4. Tentang manfaat
kegiatan gugus sekolah yang positif, bagi saya ..... Sedikit jumlah guru (40%) yang
menyatakan selalu saya rasakan; sedikit
jumlah guru (40%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali (10 %) yang menyatakan kadang-kadang saya
rasakan dan jarang merasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
tidak pernah merasakannya.
No. item 5. Kegiatan gugus
sekolah, selama dua tahun terakhir ini
bila dibandingkan tahun sebelumnya, lebih positif dan kreatif, bagi saya .... Sangat
bantak jumlah guru (88%) menyatakan
selalu saya rasakan; sedikit sekal (12%)
jumlah guru yang menyatakan sering saya
rasakan; tidak ada (0%) yang menyatakan
kadang-kadang saya rasakan; jarang
merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 6. Sebagai wadah
pembinaan profesi guru, kegiatan gugus
sekolah bagi saya .... Banyak sekali jumlah guru (90%) menyatakan selalu
saya rasakan; sedikit sekali jumlah guru
(10%) yang menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan;
dan tidak ada (0%) jumlah guru yang
menyatakan jarang merasakan dan
tidak pernah merasakannya.
No. item 7. Kegiatan gugus
sekolah mendorong semangat kerjasama sesama guru, bagi saya .... Banyak
sekali jumlah guru (83%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit sekali jumlah guru (12%) yang
menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali
(5%) jumlah guru yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; dan tidak
ada (0%) jumlah guru yang
menyatakan jarang merasakan dan
tidak pernah merasakannya.
No. item 8. Kegiatan gugus
sekolah dapat nenjadi sarana penyebaran informasi, inovasi, dan pembaharuan
pendidikan, bagi saya .... Cukup banyak jumlah guru (75%) menyatakan selalu
saya rasakan; sedikit sekali jumlah guru
(20%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali (10%) yang menyatakan
kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 9. Mengenai kegiatan gugus
sekolah dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman guru, bagi saya .... Cukup
banyak jumlah guru (780%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit sekalijumlah guru (20%) yang
menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%)
yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah
guru yang menyatakan jarang merasakan dan tidak pernah
merasakannya.
No. item 10. Kegiatan gugus
sekolah menumbuhkan semangat persatuan
dan persaudaraan antara guru, kepala sekolah dan pengawas bagi saya .... Banyak
sekali jumlah guru (82%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit sekali jumlah guru (20%) yang
menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali
(2%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%)
jumlah guru yang menyatakan jarang merasakan dan tidak pernah
merasakan.nya.
No. item 11. Dalam upaya
peningkatan mutu pendidikan, kegiatan gugus sekolah dua tahun belakangan ini
.... Banyak sekali jumlah guru (93%)
menyatakan selalu saya rasakan; sedikit
sekali jumlah guru (7%) yang menyatakan sering saya rasakan; tidak (0%) yang
menyatakan kadang-kadang saya rasakan; jarang merasakan dan tidak pernah
merasakannya.
No. item 12. Upaya mengembangkan
semangat persatuan/kesatuan an percaya
diri, kegiatan gugus sekolah bagi saya .... Banyak sekali jumlah guru (83%)
menyatakan selalu saya rasakan; sedikit
sekali jumlah guru (17%) yang menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan;
jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 13. Untuk mempercepat
arus informasi dan tukar pengalaman sesama guru, kegiatan gugus sekolah bagi
saya .... Cukup banyak jumlah guru (67%) menyatakan selalu saya
rasakan; sedikit jumlah guru (25%) yang
menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%)
yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; jarang merasakan dan tidak
pernah merasakannya.
No. item 14. Guru yang telah
mengikuti pelatihan atau penataran, berbagi pengalaman melalui kegiatan gugus
sekolah bagi saya .... Hampir seimbang jumlah guru (42%) menyatakan selalu
saya rasakan; sedikit jumlah guru (27%)
yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali (15%) yang menyatakan
kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 15. Berbagi pengalaman,
wawasan, dan kemampuan profesional untuk sesama
guru, melalui kegiatan gugus sekolah bagi saya .... cukup banyak jumlah
guru (72%) menyatakan selalu saya rasakan;
sedikit jumlah guru (25%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit
sekali (2%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%)
jumlah guru yang menyatakan jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 16. Melalui kegiatan gugus
sekolah, guru mengembangkan rasa kebersama dan kekeluargaan, bagi saya .... Banyak
sekali jumlah guru (83%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit sekali jumlah guru (17%) yang
menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%)
yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 17. Membudayakan
pemikiran dan kegiatan positif untuk meningkatkan kualitas profesi guru, melalui kegiatan gugus sekolah bagi saya .... Cukup banyak jumlah guru (68%)
menyatakan selalu saya rasakan; sedikit
jumlah guru (32%) yang menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan;
yang menyatakan jarang merasakan dan tidak pernah
merasakannya.
No. item 18. Informasi dari
pengawas tentang pembuatan rencana/pelaksanaan
pembelajara melalui kegiatan gugus sekolah, bagi saya .... Cukup
banyak jumlah guru (73%) yang menyatakan selalu saya rasakan; sedikit jumlah guru (27%) yang menyatakan
sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang
menyatakan kadang-kadang saya rasakan; yang
menyatakan jarang merasakan dan
tidak pernah merasakannya.
No. item 19. Informasi tentang
pelaksanaan evaluasi dan ujian seperti UASBN melalui gugus sekolah, bagi saya
.... Cukup banyak jumlah guru (78%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit jumlah guru (22%) yang menyatakan
sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang
menyatakan kadang-kadang saya rasakan; yang
menyatakan jarang merasakan dan
tidak pernah merasakannya.
No. item 20. Informasi tentang
adanya pendidikan, seperti perkuliahan
atau pelatihan, melalui gugus sekolah bagi saya .... Cukup banyak jumlah
guru (67%) menyatakan selalu saya rasakan;
sedikit jumlah guru (25%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit
sekali (8%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%)
jumlah guru yang menyatakan jarang merasakan dan tidak pernah
merasakan.nya.
No. item 21. Informasi tentang
adanya seleksi guru berprestasi, melalui kegiatan gugus sekolah, bagi saya ....
Banyak sekali jumlah guru (90%) yang menyatakan selalu saya rasakan; sedikit sekali jumlah guru (10%) yang
menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%)
yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 22. Informasi tentang
prosedur dan persyaratan sertifikasi guru, melalui kegiatan gugus sekolah bagi
saya .... Cukup banyak jumlah guru (75%) menyatakan selalu saya
rasakan; sedikit sekali jumlah guru
(25%) yang menyatakan sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan;
yang menyatakan jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 23. Informasi tentang
adanya mutasi guru dan kepala sekolah melalui kegiatan gugus sekolah, bagi saya
.... Cukup banyak jumlah guru (75%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit jumlah guru (25%) yang menyatakan
sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang
menyatakan kadang-kadang saya rasakan; yang
menyatakan jarang merasakan dan
tidak pernah merasakannya.
No. item 24. Informasi tentang
syarat dan prosedur kenaikan pangkat melalui kegiatan gugus sekolah, bagi saya
.... Cukup banyak jumlah guru (75%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit jumlah guru (25%) yang menyatakan
sering saya rasakan; tidak ada (0%) yang
menyatakan kadang-kadang saya rasakan; yang
menyatakan jarang merasakan dan
tidak pernah merasakannya.
No. item 25. Informasi tentang
pemecahan masalah yang dihadapi guru melalui kegiatan gugus sekolah bagi saya .... Cukup banyak jumlah guru
(67%) menyatakan selalu saya rasakan;
sedikit jumlah guru (38%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit
sekali (5%) yang menyatakan kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%)
jumlah guru yang menyatakan jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 26. Informasi
tentangpembuatan berkas usul PAK dan kepangkatan melalui kegiatan gugus sekolah bagi saya ....
Cukup banyak jumlah guru (71%) menyatakan selalu saya rasakan; sedikit sekali jumlah guru (17%) yang
menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali (12) yang menyatakan
kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 27. Informasi tentang promosi pengangkatan kepala
sekolah melalui kegiatan gugus sekolah
bagi saya .... Cukup banyak jumlah guru (78%) menyatakan selalu saya
rasakan; sedikit sekali jumlah guru
(17%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali (5%) yang menyatakan
kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakannya.
No. item 28. Informasi tentang
manajemen dan administrasi kelas melalui
kegiatan gugus sekolah bagi saya .... Cukup banyak jumlah guru (67%)
menyatakan selalu saya rasakan; sedikit
jumlah guru (28%) yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali (5%) yang menyatakan kadang-kadang saya
rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang
menyatakan jarang merasakan dan
tidak pernah merasakannya.
No. item 29. Tentang
peraturan/kebijakan pemerintah bidang
pendidikan melalui kegiatan gugus
sekolah bagi saya .... Banyak sekali jumlah guru (85%) menyatakan selalu
saya rasakan; sedikit jumlah guru (12%)
yang menyatakan sering saya rasakan; sedikit sekali (3%) yang menyatakan
kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakan.nya.
No. item 30. Pembinaan terhadap
peningkatan mutu profesi guru melalui
kegiatan gugus sekolah bagi saya .... Diketahui banyak sekali jumlah guru (80%)
yang menyatakan selalu saya rasakan;
sedikit sekali jumlah guru (17%) yang menyatakan sering saya rasakan;
sedikit sekali (3%) yang menyatakan
kadang-kadang saya rasakan; dan tidak ada (0%) jumlah guru yang menyatakan
jarang merasakan dan tidak pernah merasakan.nya.
C. Peranan, Problem dan Solusi
1. Peranan
Peranan gugus sekolah dalam peningkatan kualitas
profesi guru dalam rentang waktu tiga tahun terakhir 2006 – 2009 mengalami kemajuan yang cukup baik, kendati
pun belum maksimal dan belum optimal.
Meskipun belum optimal sehingga belum
dapat disebut memuaskan hasil yang dicapai melalui kegiatan gugus sekolah
secara umum, antara lain : kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kelompok
Kerja Guru Pendidikan Agama Islam ( KKG PAI ), dan Kelompok Kerja Guru Olahraga
(KKG OR) .yang semakin aktif;
.
A. KKKS, KKG PAI, dan KKG OR
1. Kelompok Kerja Kepala Sekolah
(KK-KS) Kepala SD
lebih aktif mengiuti rapat kerja KKKS setiap bulan; kerjasama KKKS dengan PGRI
merayakan peringatan hari-hari besar
agama dan nasional setiap tahun secara meriah;
2.
KKG Agama Islam Rapat kerja guru
agama lebih aktif melaksanakan kegiatan Kegiatan Khatam Al Qur-an secara massal
se kecamatan setiap tahun dalam tiga tahun terakhir.
3.
KKG Olahraga. Rapat kerja guru olahraga lebih aktif; guru olahraga lebih
aktif meng-ikutsertakan muridnya mengikuti pertandingan dan perlombaan
olahraga; tahun 2008 yang lalu Kecamatan Simpang Empat menjadi tuan rumah Pekan
Olah Raga SD
tingkat Kabupaten Banjar yang sukses. Hal ini tidak terlepas adanya motivasi
yang diberikan oleh para pejabat setempat, termasuk motivasi yang diberikan
oleh pengawas dan lain-lain.
B. Gugus sekolah.:
Dalam tiga tahun terakhir 2006 – 2009
kegiatan gugus sekolah menjadi aktif di mana sebelumnya bagai kerakap tumbuh di
batu, hidup segan mati tak mau. Dari enam Gugus Sekolah yang ada di lingkungan
Cabang Dinas Pendidikan sebutan dahulu, sekarang disebut Unit Pelaksana Teknis
(UPT) Pendidikan Kecamatan Simpanga Empat semuanya menjadi aktif. Kiat yang
dilakukan oleh Kepala UPT Pendidikan bersama para pengawas TK/SD adalah dengan
cara :
a. Selalu mengadiri setiap pertemuan
KKG. Dalam pertemuan tersebut pengawas bersama kepala
sekolah mengangkat perkembangan dan masalah hangat di bidang pedidikan,
seperti tentang sertifikasi guru, kesejahteraan guru, pembaharuan kurikulum,
motivasi agar lebih disiplin dan mengembangkan profesi dengan kuliah;
b.
membuka arisan sehingga para guru lebih aktif menghadiri kegiatan KKG;
c. mengaktifkan daftar hadir guru
yang mengikuti KKG;
d. kepala sekolah memberikan
dana transportasi bagi guru yang menghadiri kegiatan KKG;
e. memberikan piagam/sertifikat bagi
guru yang hadir minimal 80 % selama satu tahun.
Kegiatan gugus sekolah ini lebih
termotivasi lagi dengan adanya bantuan dana Block Grant dan LPMP Kalimantan
Selatan. Dana tersebut sebesar Rp 12.500.000,- yang didapat oleh Gugus sekolah
I tahun 2006/2007 dan Gugus sekolah III tahun 2007/2008.
C. Motivasi guru.
a. Mereka lebih aktif dan lebih
disiplin dalam melaksanakan tugas. Hal ini dapat dibuktikan dengan prosentase
kehadiran mereka di sekolah;
b. Para
guru tidak sedikit yang kuliah baik dengan dana proyek maupun secara mandiri;
c. Dari 10 orang guru di Kecamatan
Simpang Empat yang lulus sertifikasi dan sudah menerima tunjangan profesi, maka
delapan orang di antaranya berasal dari Rayon 1 daerah Galam Rabah yang
merupakan Rayon 1 di bawah kepengawasan peneliti yang tersebar cukup jauh dan
luas. Para guru tersebut adalah sebagai
berikut :
Untuk Lengkapnya Silahkan Klik DOWNLOAD
Demikian makalah pendidikan ini , semoga ada manfaatnya bagi kita semua............
0 Response to "DOWNLOAD MAKALAH GURU PERANAN, PROBLEM DAN SOLUSI PELAKSANAAN KEGIATAN GUGUS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROFESI GURU SEKOLAH DASAR"
Posting Komentar